Purwakarta – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Desa Mekargalih Koramil 1905/Jatiluhur, Kodim 0619/Purwakarta, Peltu Bayu P., melaksanakan pendampingan pertanian bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pasiripis, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.42 WIB tersebut berlangsung di lahan pertanian Kampung Pasiripis, RT 13/RW 05, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Pendampingan dilakukan terhadap tanaman padi berusia sekitar 54 hari di lahan seluas satu hektare. Kegiatan melibatkan penyuluh pertanian Sugiyanto, Ketua Gapoktan Pasiripis Juyadi, serta 53 anggota kelompok tani.
Dalam pelaksanaannya, Peltu Bayu P. bersama penyuluh dan anggota Gapoktan melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi serta perkembangan tanaman padi.
Pemantauan tersebut bertujuan memastikan tanaman tumbuh dengan baik sekaligus mendeteksi sejak dini berbagai kendala yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
Selain memeriksa kondisi tanaman, Babinsa bersama petani mengecek saluran irigasi dan aliran air menuju areal persawahan. Kelancaran pasokan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman padi pada masa perawatan.
Pengecekan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyumbatan saluran maupun kekurangan air yang dapat memengaruhi perkembangan tanaman.
Babinsa dan anggota Gapoktan turut melakukan deteksi dini terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi batang, daun, serta lingkungan sekitar lahan diperiksa agar gejala serangan dapat diketahui dan ditangani sebelum meluas.
Peltu Bayu P. mengatakan pendampingan kepada petani merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap peningkatan produksi pertanian di wilayah binaan.
Menurutnya, pemantauan tanaman perlu dilakukan secara rutin agar berbagai kendala, seperti gangguan hama, ketidaklancaran irigasi, maupun perubahan cuaca, dapat segera diantisipasi.
Ia menegaskan bahwa Babinsa akan terus menjalin koordinasi dengan penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan kelompok tani selama masa perawatan hingga panen.
Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para petani sekaligus membantu mempercepat koordinasi apabila ditemukan permasalahan di lapangan.
Ketua Gapoktan Pasiripis, Juyadi, menyampaikan bahwa pendampingan Babinsa dan penyuluh pertanian memberikan semangat kepada para anggota kelompok tani dalam merawat tanaman.
Pemantauan bersama dinilai membantu petani mengetahui kondisi tanaman sekaligus menentukan langkah penanganan apabila ditemukan gejala serangan hama maupun kendala pada saluran air.
Sementara itu, penyuluh pertanian Sugiyanto mengingatkan para petani agar terus memperhatikan kebutuhan air, kondisi tanaman, pemupukan, serta perkembangan hama dan penyakit.
Perawatan yang dilakukan secara tepat dan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kualitas tanaman serta meningkatkan hasil produksi saat memasuki masa panen.
Selain kondisi tanaman dan irigasi, perkembangan cuaca turut dipantau sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampaknya terhadap kegiatan pertanian.
Berdasarkan hasil pendampingan, seluruh target lahan seluas satu hektare telah selesai diolah dan ditanami. Tidak terdapat lahan yang belum dimanfaatkan dalam periode tersebut.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara TNI AD, penyuluh pertanian, dan kelompok tani tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. (PERS)

Updates.