Babinsa Ciririp Dampingi Petani Antisipasi Hama Wereng pada Tanaman Padi

    Babinsa Ciririp Dampingi Petani Antisipasi Hama Wereng pada Tanaman Padi
    Babinsa Ciririp Sertu M.Sabar Alim Dampingi Petani Padi di Sukasari

    Purwakarta – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Desa Ciririp Koramil 1905/Jatiluhur, Kodim 0619/Purwakarta, Sertu M. Sabar Alim, melaksanakan pendampingan pertanian bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tegal Peuteuy, Rabu (29/7/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di lahan pertanian Kampung Tegal Peuteuy, RT 16/RW 10, Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

    Pendampingan dilakukan pada tanaman padi berusia sekitar 50 hari di lahan seluas satu hektare. Lahan tersebut dikelola Gapoktan Tegal Peuteuy yang diketuai Adung dengan pendampingan penyuluh pertanian Doni serta melibatkan sekitar 35 anggota.

    Dalam pelaksanaannya, Sertu M. Sabar Alim bersama penyuluh dan anggota kelompok tani melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman, khususnya untuk mengantisipasi serangan hama wereng yang dapat mengganggu pertumbuhan serta menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

    Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada bagian batang dan daun tanaman untuk mendeteksi sejak dini keberadaan hama maupun gejala kerusakan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila ditemukan tanda-tanda serangan.

    Selain memantau potensi hama, Babinsa bersama petani melakukan pengecekan debit air setelah proses pemupukan. Ketersediaan air yang cukup dan terkontrol menjadi salah satu faktor penting dalam membantu penyerapan unsur hara serta menjaga pertumbuhan tanaman padi tetap optimal.

    Perkembangan kondisi cuaca dan sistem irigasi turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Pengaturan distribusi air dilakukan agar kebutuhan tanaman terpenuhi tanpa menyebabkan genangan berlebihan yang berpotensi menghambat pertumbuhan.

    Sertu M. Sabar Alim mengatakan pendampingan kepada petani merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayah binaan.

    “Pemantauan tanaman harus dilakukan secara rutin agar gejala serangan hama, khususnya wereng, dapat diketahui dan ditangani sejak dini. Jangan menunggu kerusakan meluas karena dapat memengaruhi hasil panen, ” ujar Sertu M. Sabar Alim.

    Ia menambahkan, pengelolaan air setelah pemupukan juga harus dilakukan secara tepat agar tanaman memperoleh manfaat secara maksimal.

    “Kami bersama petani mengecek debit air dan kondisi saluran irigasi. Kebutuhan air harus disesuaikan dengan kondisi tanaman serta perkembangan cuaca agar pertumbuhan padi tetap baik, ” katanya.

    Menurutnya, Babinsa akan terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan kelompok tani dalam menghadapi berbagai kendala selama masa perawatan hingga panen.

    “Kami akan terus mendampingi dan memberikan motivasi kepada petani. Harapannya, tanaman tumbuh sehat, terhindar dari serangan hama, serta mampu menghasilkan panen yang maksimal, ” tegasnya.

    Ketua Gapoktan Tegal Peuteuy, Adung, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan Babinsa dan penyuluh pertanian kepada para petani.

    “Kehadiran Babinsa sangat membantu dan memberikan semangat kepada anggota kelompok tani. Pemantauan hama serta pengecekan kebutuhan air sangat penting agar tanaman tetap terawat dan tidak mengalami gangguan, ” ujar Adung.

    Ia berharap kerja sama tersebut terus dilakukan hingga masa panen sehingga berbagai permasalahan di lapangan dapat segera dikoordinasikan dan ditangani.

    Sementara itu, penyuluh pertanian Doni menjelaskan bahwa tanaman padi berusia 50 hari membutuhkan pengawasan intensif terhadap hama, kondisi air, dan kecukupan unsur hara.

    “Petani harus rutin memeriksa tanaman agar serangan wereng maupun hama lainnya dapat diketahui lebih awal. Pengaturan air pascapemupukan juga perlu diperhatikan agar nutrisi dapat terserap dengan baik, ” jelas Doni.

    Berdasarkan hasil pendampingan, seluruh target lahan seluas satu hektare telah selesai diolah dan memasuki tahap perawatan. Tidak terdapat lahan yang belum dimanfaatkan dalam periode tersebut.

    Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui pendampingan secara berkelanjutan, produktivitas pertanian di Desa Ciririp diharapkan terus meningkat sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. (PERS)

    babinsa pertanian padi sukasari purwakarta ketahanan pangan
    Irwan Darmawan

    Irwan Darmawan

    Artikel Sebelumnya

    Babinsa Cisalada Kontrol Pos Ronda, Ajak...

    Artikel Berikutnya

    Babinsa Posmil Sukasari Tanamkan Bela Negara...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah
    Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Bergerak, Terjang Padamkan Api di Lahan Gambut
    Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
    TNI Gencarkan Penyuluhan Door to Door Cegah Karhutla di Kabupaten Sambas
    HUT Ke-81 TNI Dimeriahkan TNI Fair hingga Parade dan Defile Alutsista

    Ikuti Kami